Bupati Aceh Jaya Tanam Sawit Eks Kombatan Gam
LIMANEWS.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Jaya merealisasikan pengembangan lahan perkebunan kelapa sawit seluas 60 hektare bagi eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang tersebar di sembilan kecamatan dalam kabupaten tersebut.
Lahan perkebunan itu nantinya dikelola di bawah naungan Komite Peralihan Aceh (KPA) Sagoe di masing-masing wilayah. Luas lahan yang dialokasikan berkisar 6 hingga 10 hektare per kecamatan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Jaya, Dailami, menjelaskan bahwa penanaman perdana dimulai pada 2025 di Kecamatan Pasie Raya. Program tersebut kemudian dilanjutkan pada 2026 dengan realisasi lahan di delapan kecamatan lainnya.
“Untuk luasannya, berkisar 6 sampai 10 hektare, tergantung kecamatan,” kata Dailami usai melakukan penanaman perdana kebun sawit untuk eks kombatan di Kecamatan Teunom, Aceh Jaya, Senin (12/10/2026).
Ia merincikan, pada 2025 Kecamatan Pasie Raya mendapatkan alokasi lahan seluas 10 hektare. Sementara pada 2026, alokasi lahan di Kecamatan Teunom berkisar 7 hektare, Kecamatan Panga 7 hektare, serta Kecamatan Krueng Sabee dan Setia Bakti masing-masing 6 hektare.
Adapun Kecamatan Sampoiniet, Darul Hikmah, Indra Jaya, dan Jaya masing-masing mendapatkan alokasi lahan seluas 6 hektare.
Sementara itu, Bupati Aceh Jaya, Safwandi, berharap keberadaan kebun sawit tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi organisasi sekaligus menjadi aset produktif yang mampu mendukung kegiatan sosial bagi korban konflik.
Menurut Safwandi, lahan tersebut bukan semata-mata diperuntukkan perorangan anggota KPA, melainkan menjadi aset organisasi yang lahir dari proses perdamaian antara Gerakan Aceh Merdeka dan Pemerintah Republik Indonesia.
“Semoga lahan ini bermanfaat bagi KPA. Ini bukan hanya untuk anggota KPA, tetapi merupakan aset organisasi yang telah lama terbentuk sebagai hasil dari perdamaian antara GAM dan Republik Indonesia,” ujar Safwandi.
Ia menegaskan, pemerintah, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten, perlu memberikan perhatian dan dukungan terhadap pengembangan ekonomi produktif tersebut agar dapat tumbuh dan berkembang.
Safwandi berharap, hasil pengelolaan kebun sawit nantinya dapat menjadi sumber pendapatan organisasi untuk membantu membiayai kegiatan sosial, terutama santunan bagi anak yatim syuhada dan korban konflik.
Dengan adanya sumber pendapatan mandiri, ia berharap KPA tidak terus-menerus bergantung pada bantuan pemerintah maupun sumbangan para dermawan untuk memenuhi kebutuhan santunan, khususnya pada momentum perayaan Meugang dan peringatan Milad GAM setiap 4 Desember.
“Harapan kami, ke depan lahan ini bisa menjadi salah satu aset yang mendorong pelaksanaan kegiatan tersebut. Semoga kebun ini dijaga dan dipelihara dengan baik sehingga dapat tumbuh, berhasil, dan nantinya menghasilkan buah,” tutupnya.[]


Leave a Reply