INTERNASIONAL

The 3 rd Meulaboh 2026 STAIN, Libatkan Ratusan Presenter dari 12 Negara

LIMANEWS.ID – STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh memperluas ruang dialog akademik internasional melalui penyelenggaraan The 3rd Meulaboh International Conference on Islamic Studies (MICONIS) ke-3 tahun 2026 pada 3-4 November 2026 di Gedung Pendidikan Terintegrasi kampus setempat.

Konferensi tersebut mengusung tema “Islamic Studies for Global Transformation: Knowledge, Justice, Sustainability, and Digital Civilization”, The 3rd MICONIS 2026 menjadi wadah bagi akademisi dan peneliti untuk mendiskusikan peran studi Islam dalam merespon perubahan global.

Konferensi ini menghimpun 371 abstrak dengan melibatkan 383 presenter dari 12 negara. Dari jumlah tersebut sebanyak 179 Presenter mengirimkan full paper untuk dipresentasikan dalam forum Miconis 2026.

Untuk memperkaya diskusi, konferensi ini menghadirkan tiga pembicara utama (keynote speakers), yakni Dr. Abbas Langaji, M.Ag. dari UIN Palopo, Indonesia; Sulfikar Amir, Ph.D. dari Nanyang Technological University, Singapura; serta Dr. Phan Thi Hong Xuan dari University of Social Sciences and Humanities, Vietnam.

Selain itu, sejumlah akademisi dan pakar dari berbagai negara turut memberikan perspektif keilmuan, di antaranya Tgk. H. Faisal Ali, S.Sos.I., M.Pd. dari MPU Aceh; Dr. Hajah Masnooraini binti Haji Mohiddin dari Universiti Islam Sultan Sharif Ali, Brunei Darussalam; Dr. Yob Ahskary dari Kementerian Kultus dan Agama Kamboja; Dr. Ihsan Muhidin dari Singapore Sharia Court; Asst. Prof. Dr. Abdurrohman Chapakiya dari Fatony University, Thailand; serta Dr. Rabie Ibrahim Mohamed Hassan dari Universiti Sultan Zainal Abidin, Malaysia. Dua akademisi STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Dr. Fadhlurrahman Armi, Lc., M.A. dan Dr. Lia Murlisa, M.A., juga terlibat sebagai pembicara.

Beragam perspektif tersebut dihadirkan untuk membahas sejumlah isu strategis dalam studi Islam, mulai dari hukum dan ekonomi Islam, keadilan sosial, pendidikan, dakwah dan komunikasi digital, hingga pemikiran dan peradaban Islam. Pembahasan juga mencakup perkembangan kecerdasan buatan, isu gender dan keluarga, pembangunan perdamaian, pengetahuan lokal, dialog antaragama, moderasi beragama, perubahan iklim, serta etika ekologis.

Konferensi dilaksanakan secara hibrida (hybrid conference) melalui rangkaian pemaparan pembicara utama, sesi pleno dan paralel, presentasi makalah, serta diskusi akademik. Melalui sesi tersebut, Presenter berkesempatan menyampaikan hasil penelitian, bertukar pandangan, dan memperoleh masukan dari peserta maupun akademisi lainnya.

Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Prof. Dr. H. Syamsuar, M.Ag., menilai MICONIS memiliki peran strategis dalam mendorong pengembangan akademik dan memperkuat eksistensi institusi di tingkat internasional. Karena itu, keberlangsungan konferensi ini perlu terus dijaga dan dikembangkan sebagai bagian dari upaya memajukan kampus di tingkat internasional.

“MICONIS harus terus kita kembangkan secara berkelanjutan. bukan hanya sebagai forum konferensi internasional, tetapi juga sebagai wadah kolaborasi penelitian, peningkatan publikasi ilmiah, dan penguatan jejaring akademik,” ungkap Prof Syamsuar

The 3rd MICONIS 2026 juga diarahkan untuk meningkatkan produktivitas publikasi ilmiah dosen, peneliti, dan mahasiswa. Artikel peserta yang memenuhi standar akademik akan diproses melalui jurnal dan prosiding mitra konferensi sesuai mekanisme peer review dan ketentuan editorial masing-masing penerbit.

Selain itu, penerbitan proceeding internasional dan Jurnal terakreditasi menjadi salah satu luaran akademik yang ditargetkan dalam penyelenggaraan konferensi. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kontribusi institusi dalam pengembangan studi Islam yang responsif terhadap perubahan zaman serta berorientasi pada keadilan, keberlanjutan, dan kemaslahatan manusia.[]

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.