KHAZANAH

Liqo Syawal Serukan Persatuan Umat Islam di Tengah Krisis Global

LIMANEWS.ID, Subulussalam – Sejumlah tokoh perempuan menghadiri Liqo Syawal dalam merajut persatuan umat Islam akibat ditegah-tengah krisis global yang semakin meningkat yang berlangsung di Kota Subulussalam, Minggu 12 April 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung meningkatkan antusias tokoh masyarakat dengan di pandu Lutfi, S.Pd.I., M.Pd.I, Sesuai situasi terkini kondisi umat Islam saat ini. Meski tengah gema takbir kemenangan Idul Fitri, masih terdapat duka dan penderitaan yang dirasakan sebagian kaum muslimin akibat krisis global, sehingga lebaran tahun ini belum sepenuhnya dirasakan secara utuh.

“Liqo Syawal ini hadir sebagai seruan kepada akal dan nurani, bahwa saatnya umat kembali pada jalan yang benar, yaitu jalan yang dijanjikan Allah akan menghadirkan pertolongan dan kemenangan,” Pungkas Lustfi.

Dalam kesempatan Ustadzah Fadhillah Fitri, Mengungkapkan Idul Fitri sejatinya adalah momentum kembali kepada fitrah, yakni kembali kepada ajaran Islam secara kafah.

“tidak hanya terbatas pada ibadah ritual semata. Menurutnya, penerapan nilai-nilai Islam perlu mencakup seluruh aspek kehidupan, mulai dari individu hingga sistem sosial kemasyarakatan.” Tandasnya.

Selain itu Perwakilan kalangan Intelektual Muslimah Lilis Marlina, SE., M.Si., CRP, Menjelaskan bahwa takwa bukan hanya sebatas kesalehan pribadi, tetapi mencakup ketaatan total kepada Allah dalam seluruh aspek kehidupan. Ia menyebutkan bahwa takwa yang hakiki akan melahirkan kepedulian sosial serta memperkuat persatuan umat.

“Persatuan umat merupakan perintah yang jelas dalam Al-Qur’an. Umat Islam diperintahkan untuk berpegang teguh pada agama Allah dan tidak bercerai-berai. Persatuan ini menjadi sumber kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan,” Katanya.

Ia juga menambahkan bahwa persatuan umat membutuhkan kepemimpinan yang mampu menyatukan dan mengatur kehidupan umat secara menyeluruh. Dengan penerapan nilai-nilai Islam secara utuh, ia meyakini pertolongan Allah (nashrullah) akan datang sebagaimana janji-Nya.

Kegiatan ini turut mendapat sambutan positif dari para dan. Ketua TP PKK Kota Subulussalam, Hj. Yarnida Zai, Mengungkapkan bahwa Islam merupakan agama yang sempurna dan mencakup seluruh aspek kehidupan.

“Keimanan dan ketakwaan tidak boleh setengah-setengah, tetapi harus menyeluruh. Islam bukan hanya mengatur urusan pribadi, tetapi juga keluarga hingga negara,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Bidan Ela, salah satu praktisi kesehatan di Subulussalam. Ia mengajak para peserta untuk lebih semangat dalam mempelajari Islam secara mendalam.

“Kita lahir sebagai muslim, namun belum tentu memahami Islam secara utuh. Karena itu, penting bagi kita untuk terus belajar.” (Rill)

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.