Kasmalinda, Mahasiswa Doktoral UPI, Perkuat Jejaring Internasional Bersama EduLead Indonesia di Ateneo de Davao University
Davao City, Filipina — Kasmalinda merupakan Mahasiswa Program Doktor (S3) Administrasi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang berasal dari Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh, kembali menorehkan kiprah akademik di kancah Internasional. Merupakan salah satu peserta Indonesia dalam Seminar Internasional di Ateneo de Davao University, Filipina, yang difasilitasi oleh EduLead Indonesia, Yang berlangsung sejak tanggal 8-9 Februari 2026.
Seminar ini diikuti oleh 17 delegasi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, terdiri dari para Profesor dan para doktor, diketuai oleh Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UPI, Prof. Dr. Hj. Aan Komariah, M.Pd dan Prof. Dr. Dedy Achmad Kurniady, M.Pd. dengan tujuan utama memperluas wawasan global, memperkuat diplomasi akademik, serta membuka peluang kerja sama Internasional antar fakultas dan program studi antara perguruan tinggi Indonesia dan Ateneo de Davao University.
Sebagaimana diketahui Kasmalinda, merupakan mantan Anggota DPRK Aceh Jaya yang kini merupakan Sekretaris DPC Gerindra yang merupakan Alummni Arissalah datar luas mampu membawa narasi penting tentang peran akademisi daerah dalam percaturan pendidikan global. Berasal dari Aceh Jaya, wilayah yang terus berbenah dalam pembangunan sumber daya manusia dan pendidikan, Kasmalinda menunjukkan bahwa mahasiswa dari daerah memiliki kapasitas dan daya saing untuk berkontribusi dalam forum akademik internasional, sejalan dengan visi UPI sebagai universitas pelopor dan unggul di bidang pendidikan.
Seminar internasional ini mengusung tema “Trends in Marketing Educations: Preparing Future Marketers for a Digital Society” dan dipimpin oleh Dr. Maria Apsari Sugiat, MM dari Telkom University Indonesia. Diskusi menyoroti dinamika trends pendidikan di era masyarakat digital, sekaligus menggarisbawahi pentingnya kepemimpinan adaptif sebagai kompetensi kunci dalam menghadapi disrupsi teknologi dan perubahan sosial yang cepat.
Menurut Kasmalinda sendiri bahwa kepemimpinan adaptif tidak hanya relevan bagi dunia bisnis dan pemasaran, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam kepemimpinan pendidikan. “Institusi pendidikan, khususnya di daerah, membutuhkan pemimpin yang mampu belajar secara berkelanjutan, adaptif terhadap perubahan, serta mampu membangun jejaring kolaboratif lintas sektor dan lintas negara,” ungkapnya.
Partisipasi ini juga menjadi representasi komitmen Universitas Pendidikan Indonesia dalam mendorong mahasiswa doktoralnya terlibat aktif dalam forum akademik internasional, sebagai bagian dari upaya internasionalisasi perguruan tinggi dan penguatan kualitas riset serta kepemimpinan pendidikan.
Di sisi lain, EduLead Indonesia berperan strategis sebagai fasilitator yang menjembatani akademisi Indonesia dengan institusi pendidikan luar negeri. Melalui kegiatan ini, EduLead Indonesia tidak hanya menghadirkan ruang diskusi ilmiah, tetapi juga membuka peluang konkret bagi kolaborasi institusional, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pengembangan kepemimpinan pendidikan berperspektif global.
Kegiatan di Ateneo de Davao University ini menjadi momentum penting yang menegaskan bahwa dari Aceh Jaya hingga Filipina, kontribusi akademik Indonesia terus bergerak maju. Kolaborasi internasional semacam ini diharapkan mampu melahirkan gagasan, jejaring, dan kepemimpinan pendidikan yang adaptif, inklusif, dan berorientasi pada masa depan.[]


Leave a Reply